dan sumbang lagi

  • 2
sumbang... seperti biasa aku hanya bisa mengukir senyum dari percikan katamu yang mungkin saja kau anggap pembayaran hutang. Dan aku hanya bisa tersenyum manisnya cerita kawan karibku saat kupeluk bantal dikasur yang sama, kawanku yang bercerita tentang Rama yang tersenyum padanya dengan bertatap wajah. tapi aku masih seperti ini Sumbang. mendengarkan nada-nada sumbang serta menulis puisi sumbang.

Sumbang, lagi-lagi pertanyaan sumbang ini harus ku ulurkan. "apa rinduku angin bisikan padamu?", bisikan saja, aku tak ingin banyak orang tahu.

kalau bukan untukmu sumbang, mungkin air mata ini akan segera terjun dipipiku, tapi kau terlalu sumbang untuk ku biarkan airmataku yang terhormat ini jatuh.

2 komentar:

  1. siapakah yang sumbang itu?
    suaranya atau bibirnya yang sumbang??? hehe :D

    BalasHapus

Mari berbagi pengalaman dan fikiran untuk terus belajar... :)